Pemkot Gencar Turunkan AKI dan AKB

19 Mar 2013

3fe6705c5eb95281b5d21400087e439e_orang-suksesSehat selain sebagai salah satu hak dasar manusia, juga merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam pengembangan sumber daya manusia, yang bersama faktor pendidikan dan ekonomi menjadi ukuran untuk menentukan indeks pembangunan manusia. Tepat sekali pernyataan yang mengemukakan bahwa, sehat memang bukn segalanya, tetapi apabila tidak sehat maka segalanya tidak ada artinya, kata Walikota Cilegon H Tb Iman Ariyadi pada acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 48 Tingkat Kota Cilegon, di Halaman Rumah Dinas, Jumat (9/11).Dikatakannya, sebagaimana yang diamanatkan oleh UUD 45 pasal 28, setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tingggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri adalah bahwa hingga saat ini masih ada sebagian rakyat indonesia yang kesulitan untuk akses ke sarana pelayanan kesehatan terutama ibu hamil, bayi baru lahr, bayi dan anak balita. Hal ini dapat dilihat dengan masih tingginya angka kematian ibu bersalin, angka kematian bayi serta masih tingginya angka gizi buruk di beberapa wilayah di indonesia, terang Walikota.Walikota mengaku, upaya penurunan angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) semakin gencar dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan indonesia dan upaya pencapaian Global Milleniu Development Goals (MDGs) tahun 2015. Berapa terobosan yang telah diluncurkan oleh Pemerintah adalah program Jamkesmas, Jampersal, Jamkesda, Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Scalling Up Nutrition /1000 hari untuk negeri (SUN), jelasnya. Selain itu menurut Walikota, pemerintah secara sungguh sungguh mengupayakan kesehatan yang optimal pada anak, remaja, dewasa dan usia lanjut mengingat tahun 2012 merupakan pertengahan tahun kerja rencana pembangunan jangka menngah nasional 2010-2014. Pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya memang tidak mungkin dicapai hanya oleh sektor kesehatan saja, karena kesehatan bersifat multi dimensi, multidisiplin, serta multisektor. Dengan kata lain, pembangunan kesehatan memerlukan dukungan berbagai sektor, swasta/dunia usaha dan organisasi kemasyarkatan, tutur Walikota.Oleh karenanya itu, kata Walikota, peringatan HKN ke 48 ini mengamanatkan agar seluruh komponen bangsa indonesia bekerjasama yang sinergis untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Peringatan HKN ke 48 ini dioptimalkan sebagai momentum meningkatkan kepedulian terhadap masalah kesehatan ibu, anak dan gizi masyarakat sebagai upaya mendorong perceopatan pencapaian target MDGs, kata Walikota.Turut hadir dalam kegiatan yang diawali dengan senam masal ini, Ketua TP PKK Kota Cilegon Hj Ida Farida, Ketua BKBPP Kota Cilegon, Uum Umayah, dan Kepala Dinas Kesehatan Suminar.


TAGS 1


-

Author

Follow Me