Target Disdik Kota Serang, 100 Persen Siswa Lulus UN

22 Mar 2015

bcac69babdf854fe7d7ecab096f80f37_acb40ead6febbafb4ca96f2730a6654d_ujian-nasional2

Target Disdik Kota Serang, 100 Persen Siswa Lulus UN

SERANG, (KB).-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Serang memasang target 100 persen kelulusan siswa untuk tingkat SMK/SMA, menjelang Ujian Nasional (UN) tahun ini. Keyakinan tersebut diperkuat dengan passing grade yang ditentukan oleh pemerintah pusat, dengan perbandingan 50 persen hasil UN dan 50 persen hasil Ujian Sekolah (US).Kepala Bidang (Kabid) SMA/SMK Disdik Kota Serang Lili Mutawalli mengatakan ujian kali ini berbeda dengan sebelumnya, karena penentuan kelulusannya dibagi rata antara hasil pada UN dan pada US. Selain itu, untuk penilaian US pun tidak hanya dilihat pada nilai hasil ujian saja, melainkan juga berdasarkan pada rapor siswa.Passing grade-nya sekarang itu 50:50, sehingga tahun ini sekolah memiliki kewenangan untuk menentukan siswanya lulus atau tidak. Jadi sekolah memiliki kewibawaan terhadap murid, jika ada murid yang ternyata selama sekolah dia berkelakukan tidak baik ya pihak sekolah bisa tidak meluluskan mereka, ungkapnya.Oleh karena itu, ia menambahkan saat ini pihak sekolah lebih ketat dalam mendidik siswanya, karena nilai yang mereka dapatkan selama sekolah ini dapat menentukan kelulusan mereka nantinya. Selain itu, untuk kelulusan dari sekolah ini pun masih dibagi dalam beberapa item, yakni untuk SMA dengan bobot 30 persen hingga 50 persen. Serta bobot 50 persen hingga 70 persen dari nilai rapor untuk semester 3, 4, dan 5.Sementara untuk SMK nilai rata-rata dari semester awal sampai akhir dengan bobot 50 persen hingga 70 persen, serta nilai US dengan bobot 30 persen hingga 50 persen. Kami optimistis mencapai seratus pesen kelulusan, kecuali bagi siswa yang tidak ikut UN. Tahun lalu pun kelulusan SMA di Kota Serang mencapai seratus persen, katanya.Sementara itu, Sekretaris Disdik Kota Serang Wasis Dewanto mengatakan selain perbedaan pada penilaian kelulusan, tahun ini juga tidak ada pengawas independen. Selain itu, tidak ada lagi pihak kepolisian yang selalu ada disetiap sekolah.Adanya pihak kepolisian ini khawatir memberi beban psikologis kepada siswa, jadi kebijakan pemerintah pusat menghilangkan itu, tuturnya


TAGS


-

Author

Follow Me